Polres Tegal – 3 Mantan Karyawan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Peristek Pangkah, Kabupaten Tegal dibekuk polisi. Dua dari tiga pelaku merupakan kakak beradik yang merupakan mantan karyawan sekolah tersebut.

Wakapolres Tegal Kompol Arianto Salkery mengungkapkan motif para pelaku melakukan perbuatan itu diduga karena  sakit hati. Ketiganya yakni Riyo Bayung, 35 tahun; Muhammad Irfan, 27 tahun; dan Dede Ahmad, 22 tahun.

“Ketiganya adalah mantan tukang kebun di sana. Mereka diduga sakit hati karena dipecat oleh pihak sekolah,” kata Arianto dalam konferensi pers, Kamis, 22 Agustus 2019.

Dia menambahkan, pencurian tersebut terjadi selama Mei hingga Juni 2019. Para pelaku secara bertahap melakukan aksi itu dengan masuk ke laboratorium komputer milik sekolah sebanyak 3 kali.

“Diduga karena sudah hafal lokasinya para pelaku masuk ke sekolah dengan tenang saat belajar mengajar. Para pelaku memanfaatkan jam sibuk itu untuk mencuri,” ujarnya.

Selain 31 laptop, sekolah juga kehilangan sejumlah peralatan yang diduga digondol para tersangka. Di antaranya 1 unit mesin gerenda, 3 unit komputer, bor tangan listrik, hingga proyektor.

“Akibat pencurian itu, sekolah mengalami kerugian hingga Rp 83 juta,” katanya.

Sementara itu, salah satu pelaku, Riyo mengaku sakit hati karena dipecat pihak sekolah. Dia lalu dendam dan mencuri barang-barang milik sekolah.

“Saya merasa tidak diperlakukan dengan baik di sekolah sampai saya dipecat. Karena itu saya nekat mencuri,” katanya.

Atas kasus ini, para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya adalah 5 tahun penjara.